August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Varian Omicron Meluas; Ahli Epidemiologi Berbicara tentang Berakhirnya Pandemi COVID-19

1 min read

Directoresdecasting.information, JakartaPandu Riono, ahli epidemiologi dari Universitas Indonesia, berpendapat bahwa saat ini penyebaran Omikron varian COVID-19 di Indonesia dapat dianggap sebagai proses vaksinasi alami.

Varian Omicron dikatakan kurang berbahaya dibandingkan varian Delta. Artinya, orang yang terinfeksi varian baru yang dikhawatirkan akan pulih lebih cepat dan pada saat yang sama menerima kekebalan alami.

Penularan virus, bagaimanapun, jauh lebih cepat daripada varian Delta, mendorong vaksinasi alami di kalangan masyarakat. Hal ini diprediksi menjadi tanda berakhirnya pandemi COVID-19 di Indonesia.

“Kalau penularannya cepat, banyak orang yang kebal. Apalagi virus ini tidak menimbulkan banyak gejala yang parah, terutama bagi orang yang sudah divaksin. Jadi masyarakat menganggap ini sebagai vaksinasi alami,” kata Pandu kepada Tempo, Selasa, 11 Januari 2020.

Namun, Pandu Riono meminta masyarakat tidak melakukan eksperimen dengan sengaja menularkan virus ke diri sendiri mengingat varian Delta masih menghantui masyarakat. Varian Omicron tetap menjadi bahaya bagi orang dengan kekebalan lemah dan penyakit penyerta. Mematuhi protokol kesehatan dan memperluas cakupan vaksinasi tetap diperlukan untuk mencegah peningkatan jumlah penularan virus.

Pandu juga berpendapat bahwa Omikron Varian ini kemungkinan sulit dideteksi karena tidak menimbulkan gejala yang parah. Dia menyarankan penggunaan masker wajah lebih diperketat sementara pemerintah memperluas cakupan vaksinasi untuk anak-anak dan memberikan suntikan booster untuk orang tua.

Membaca: Kasus Omicron Indonesia Diperkirakan Puncaknya Awal Februari: Luhut

M JULNIS FIRMANSYAH

See also  Terpopuler Bisnis: Thomas Lembong Ungkap Proyek Mangkrak Ancol, Direksi Baru Garuda
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.