January 27, 2022

DOMAIN FOR SALE

My WordPress Blog

Pemerintah Didesak Evaluasi Kembali Kebijakan PPKM

2 min read

TEMPO.CO, JakartaAhli epidemiologi dari Universitas Indonesia Tri Yunis Miko Wahyono mendesak pemerintah untuk mengevaluasi penerapan pembatasan aktivitas masyarakat (PPKM) di tengah meningkatnya jumlah kasus Omicron.

“Pemerintah harus mengevaluasi kembali pemerataan PPKM. Pembatasan sosial harus diubah atau dinaikkan,” kata Wahyono, Minggu.

Ia kemudian menjelaskan, kasus kematian akibat varian Omicron tersebut menjadi alarm bagi pemerintah untuk mengambil langkah mitigasi guna mengurangi aktivitas masyarakat.

Selain itu, ia juga menyarankan pemerintah untuk memperketat pintu masuk di perbatasan dan menerapkan kembali aturan karantina selama 14 hari.

Wahyono menilai masa karantina 10 hari bagi pelancong internasional tidak efisien, mengingat varian Omicron bertahan 14 hari di tubuh individu.

Selain itu, edukasi dan sosialisasi tentang protokol kesehatan juga harus dihidupkan kembali di masyarakat.

“Masyarakat sudah mulai mengabaikan penerapan protokol kesehatan. Kampanye harus diaktifkan kembali,” ingatnya.

Wahyono juga meminta pemerintah meningkatkan pengawasan melalui pengujian dan pelacakan di setiap daerah.

Oleh karena itu, ketersediaan alat uji yang efektif mendeteksi varian Omicron harus tersedia di setiap provinsi, lanjutnya.

Dihubungi terpisah, ahli epidemiologi dari Universitas Andalas Padang, Sumbar Defriman Djafri mengatakan, pelaksanaan PPKM saat ini membutuhkan monitoring dan evaluasi.

“PPKM masih berlaku hingga saat ini, meski harus melakukan supervisi dan evaluasi di lapangan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kementerian Kesehatan melaporkan dua pasien COVID-19 yang dikonfirmasi oleh Omicron telah meninggal dunia.

Kedua kasus tersebut merupakan kematian pertama yang dilaporkan di Indonesia karena adanya varian baru yang memiliki tingkat penularan tinggi.

“Satu kasus merupakan penularan lokal yang meninggal di RS Sari Asih Ciputat dan satu lagi merupakan wisatawan asing yang meninggal dunia di RS Sulianti Saroso,” kata Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular Kemenkes Siti Nadia Tarmizi.

See also  Tokyo Capai Rekor 10.000 Kasus COVID, Jepang Lebih dari 50.000 untuk Pertama Kalinya

Dari kasus pertama Omikron varian pada 15 Desember di Indonesia, kumulatif 1.161 kasus dikonfirmasi Omicron telah ditemukan di Indonesia.

Membaca: Asesmen PPKM Jawa-Bali Kembali ke Foundation Mingguan Di Tengah Omicron

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.