January 27, 2022

DOMAIN FOR SALE

My WordPress Blog

Indonesia, Singapura Tandatangani Perjanjian Ekstradisi

1 min read

Directoresdecasting.data, JakartaIndonesia dan Singapura pada hari Selasa telah menandatangani perjanjian ekstradisi bilateral, yang merupakan langkah yang diharapkan dapat membantu pihak berwenang mencegah dan memberantas tindak pidana lintas batas seperti korupsi, perdagangan narkoba, dan terorisme.

Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yasonna Laoly mewakili Indonesia dalam penandatanganan kesepakatan itu akan memperpanjang masa berlaku surut dari 15 tahun menjadi 18 tahun, sesuai dengan Pasal 78 KUHP Indonesia.

Yasonna, dalam sebuah pernyataan pada 25 Januari, mengatakan kesepakatan ekstradisi setuju bahwa; “Menentukan kewarganegaraan tersangka pada saat kejahatan dilakukan.”

Kesepakatan bilateral ini akhirnya membuahkan hasil antara Indonesia dan Singapura sejak tahun 1998. Dalam perjanjian ini, terdapat 31 jenis kejahatan yang pelakunya dapat diekstradisi. Diantaranya adalah tindakan korupsi, pencucian uang, suap, kejahatan perbankan, narkotika, terorisme, dan pendanaan terorisme.

“Indonesia berhasil meyakinkan Singapura tentang perjanjian ekstradisi bilateral yang progresif, fleksibel terhadap perkembangan,” tulis Yasonna dalam keterangannya.

Kedua negara sepakat untuk mengekstradisi setiap orang yang ditemukan berada di wilayah negara yang diminta dan dicari oleh negara peminta untuk penuntutan atau pengadilan atau pelaksanaan hukuman atas tindak pidana yang dapat diekstradisi.

Baca: Jokowi Tiba di Bintan Temui PM Singapura; Diskusikan Gelembung Perjalanan

M ROSSENO AJI

See also  Sandiaga Uno: Batam Bintan-Singapore Journey Bubble Dibuka 24 Januari
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.