August 12, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Mempromosikan Partisipasi Perempuan dalam Penelitian, Inovasi

4 min read

Directoresdecasting.information, JakartaPeneliti perempuan tidak diragukan lagi merupakan sumber daya manusia yang esensial bagi pembangunan suatu bangsa.

Hasil penelitian dan inovasi peneliti perempuan juga dapat memberikan jawaban dan solusi atas berbagai permasalahan seperti perubahan iklim, energi bersih, kelestarian lingkungan, dan teknologi tepat guna.

Menurut United Nations Instructional, Scientific, and Cultural Group (UNESCO), kurang dari 30 persen peneliti di seluruh dunia adalah perempuan. Artinya, partisipasi perempuan dalam sains masih relatif rendah.

Untuk itu, Hari Perempuan Internasional yang diperingati setiap tanggal 8 Maret merupakan kesempatan untuk meningkatkan kesadaran semua pihak dalam mendorong partisipasi perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Perempuan diharapkan sadar akan potensinya dan menggali kemampuan dan minatnya dalam penelitian dan inovasi karena ini adalah kunci untuk membangun bangsa yang maju.

Indonesia prihatin berinvestasi dalam menghasilkan peneliti wanita yang unggul karena itu merupakan bagian integral dari pengembangan sumber daya manusia yang unggul.

Peningkatan partisipasi peneliti perempuan juga akan mendorong kemajuan Indonesia menuju visi Indonesia Emas 2045.

Untuk mencapai goal tersebut, dibutuhkan lebih banyak orang yang menguasai ilmu pengetahuan, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Menurut peneliti bidang teknologi proses elektrokimia di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof Eniya Listiani Dewi, lebih dari 50 persen lulusan universitas di Indonesia adalah perempuan. Namun, hanya 18–36 persen dari whole yang masuk ke penelitian.

Faktanya, hanya 18 persen dari whole peneliti wanita yang bekerja di bidang STEM. Hal ini disebabkan keterbatasan yang dihadapi perempuan terkait dengan tanggung jawab keluarga, tradisi dan budaya, serta pola pikir.

Peluang bagi wanita

Berdasarkan fakta tersebut, dukungan semua pihak, termasuk laki-laki, sangat diperlukan untuk mendorong partisipasi perempuan dalam sains dan inovasi.

See also  BMKG Catat Gempa Serentak di Lampung, Lombok

Untuk mendorong partisipasi perempuan, tiga hal esensial, yakni dukungan, investasi, dan penerimaan perempuan di dunia teknik industri dan sains, harus dipromosikan untuk menginspirasi perempuan muda, tegas Dewi.

Perubahan harus dilakukan untuk mendorong partisipasi perempuan Indonesia dalam STEM, termasuk melalui function mannequin dan program mentoring.

Hal penting lainnya adalah mengoptimalkan perkembangan ekonomi digital untuk mendorong perempuan berpartisipasi dalam berwirausaha.

Untuk itu, mempersiapkan peneliti wanita sejak dini dan meningkatkan minat generasi muda terhadap ilmu pengetahuan dan teknologi sangat penting untuk mencapai tujuan Indonesia Emas 2045.

“Tanpa kualifikasi keilmuan dan teknis, bonus demografi kita hanya berupa angka. Oleh karena itu, peneliti perempuan perlu disiapkan,” ujarnya.

Selain itu, fasilitasi beasiswa dan dana penelitian harus digalakkan di seluruh tanah air, termasuk di kota-kota kecil dan desa-desa.

Di tingkat daerah, BRIN juga dapat mendorong dan memotivasi perempuan untuk menjadi peneliti.

Sementara itu, kepala daerah dapat mendorong staf atau tokoh masyarakat, terutama perempuan, untuk belajar di luar negeri dan mengembangkan daerahnya begitu mereka kembali ke tanah air.

Menurut Dewi, saat ini semakin banyak peluang dan kompetisi secara international, termasuk di Indonesia, dimana perempuan bisa lebih banyak terlibat dalam dunia penelitian dan inovasi.

Dia mencatat bahwa saat ini, peneliti wanita memiliki lebih banyak kesempatan untuk berkembang, dengan akses yang lebih besar ke beasiswa dan perkembangan teknologi yang membantu mereka memperoleh informasi.

Untuk itu, anak muda, khususnya perempuan, harus memiliki motivasi yang lebih besar untuk terjun ke dunia sains dan inovasi karena kini mereka lebih mudah mengakses informasi, katanya.

Dia ingat bahwa akses ke informasi masih terbatas selama masa kuliahnya, dan dia terutama mengumpulkan informasi dari buku.

See also  Puan Maharani Minta Pemerintah Segera Siapkan Aturan Turunan Kekerasan Seksual

“Mudah-mudahan perempuan lebih aktif dan saling mendukung. Kami tentu berharap semua pihak dapat mendukung perempuan,” ujar peneliti.

Dukungan keluarga

Dukungan dari keluarga merupakan salah satu faktor penting untuk mendorong partisipasi perempuan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi, kata peneliti bidang teknologi lingkungan di BRIN, Dr. Neni Sintawardani.

Sintawardani, peraih Underwriters Laboratories-ASEAN-US Science Prize for Girls 2021 dalam kategori Senior Scientist Class, mengatakan bahwa ia dibesarkan dalam keluarga yang dekat dengan dunia penelitian karena ibunya adalah seorang guru dan ayahnya adalah seorang Perwira dan artis Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Mengingat masa kecilnya, dia mengatakan bahwa ketika dia masih kecil, dia sering mendiskusikan banyak hal dengan orang tuanya untuk memenuhi rasa ingin tahunya.

Rasa ingin tahunya dan lingkungan yang mendukung di sekitarnya akhirnya menjadi dasar baginya untuk bergabung dalam bidang penelitian.

Keluarga bukan halangan untuk berkarya di bidang riset dan inovasi, ujarnya. Padahal, mereka bisa menjadi sumber dukungan untuk meningkatkan kemampuan seseorang untuk terus berinovasi, tambahnya.

Ia mengatakan bahwa suami dan anak-anaknya juga telah mendukungnya untuk melanjutkan karirnya di bidang sains dan inovasi.

Selama ada komunikasi dan saling pengertian, diharapkan semua dapat saling memahami dan memahami karya peneliti.

Oleh karena itu, diharapkan semua pihak, termasuk keluarga dan laki-laki, dapat terus mendorong perempuan Indonesia untuk meningkatkan partisipasinya di bidangnya masing-masing, khususnya di bidang STEM, karena ilmu pengetahuan dan teknologi dapat membantu memenuhi kebutuhan masyarakat dan bangsa Indonesia. .

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.