August 12, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Pesantren Bisa Cegah Kasus Kekerasan Seksual: Anggota DPR

2 min read

Directoresdecasting.data, JakartaPesantren memainkan peran penting dalam mencegah kasus-kasus kekerasan seksual kalangan mahasiswa, ujar Wakil Ketua DPR RI Abdul Muhaimin Iskandar.

Ia menilai lembaga pendidikan berbasis pesantren, baik universitas maupun pesantren, rentan terhadap terjadinya kekerasan seksual.

“Semua yang berbentuk asrama, perkumpulan, bisa menjadi ancaman. Hubungan patron-klien, atasan dan bawahan, guru dan murid, tua dan muda, (yang rawan mengalami kekerasan seksual),” kata Iskandar dalam keterangannya. diterima di sini pada hari Minggu.

Pernyataan itu disampaikannya pada Jumat, 11 Maret, di Pondok Pesantren Al Mubarok, Marangen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah. Iskandar sedang rapat dengan Discussion board Pengurus Pondok Pesantren (Fasantri).

Dia mendesak pemerintah untuk membentuk unit pencegahan kekerasan seksual untuk mencegah kasus seperti itu terjadi.

“Polri juga harus punya tim yang bereaksi cepat dalam menangani kasus kekerasan seksual. Untuk hal-hal yang bersifat preventif, semua kementerian harus terlibat membantu,” imbuhnya.

Ia mengapresiasi discussion board manajemen yang telah membuat standar operasional prosedur (SOP) untuk mencegah dan menangani kasus kekerasan seksual di pesantren.

Ia juga menyuarakan dukungannya terhadap peran discussion board dalam melindungi santri putri di pesantren dengan meresmikan SOP.

Aksi discussion board tersebut merupakan inisiatif pertama umat Islam dalam mengantisipasi ancaman kekerasan seksual di lingkungan lembaga pendidikan Islam, ujarnya.

Ketua Umum Wanita Pondok Pesantren Discussion board Pengurus Hindun Annisah mengatakan, SOP Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan Seksual di Pondok Pesantren yang akan dilaksanakan di berbagai pondok pesantren putri tidak hanya dalam hal penanganan, tetapi juga pencegahan agar kasus kekerasan seksual tidak terjadi.

Dia menyebutkan bahwa SOP menyerukan sistem pembelajaran yang adil gender dan ramah perempuan.

See also  Camat Bantah Jalan Setu Babakan Ditutup saat Pesta Pernikahan Anak Anggota DPRD

“Misalnya mulai dari regulasi yang memberikan akses kepada perempuan, dimulai dengan pencegahan dan diajarkan fikih reproduksi perempuan. Oleh karena itu, perempuan wajib mengetahui tentang hak-hak reproduksinya,” pungkasnya.

Membaca: Hari Perempuan; Demonstran Dorong Pengesahan RUU Kekerasan Seksual

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.