August 16, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Pakar Khawatir dengan Ketidaktertarikan Publik terhadap Tes COVID-19

1 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta Epidemiologi Universitas Indonesia (UI) Tri Yunis Miko Wahyono pada Senin mengatakan Indonesia harus meningkatkan kemampuan pengujian dan penelusuran COVID-19 meski mencatat jumlah kasus menurun.

“Sejauh ini kasus COVID menurun drastis tetapi pemerintah harus mengawasi atau melakukan pengawasan secara ketat. Kemampuan deteksi harus ditingkatkan,” kata Yunis, Senin, 14 Maret 2019. Antaranews dilaporkan.

Wahyono kemudian menghimbau masyarakat untuk tidak takut melakukan tes sendiri, baik itu tes swab antigen maupun PCR karena menurutnya masyarakat sudah menunjukkan tanda-tanda apatis terhadap isu ini.

“Saat ini masyarakat tidak bersemangat untuk menguji diri melalui antigen atau PCR, padahal menurut saya masih banyak kasus yang tidak terdeteksi yang menyebabkan COVID-19 terus menyebar di Indonesia,” ujarnya.

Dia juga mengomentari keputusan pemerintah untuk mencabut langkah-langkah bodily distancing di transportasi umum, yang dia yakini sebagai keputusan yang diambil dengan tergesa-gesa. Ahli epidemiologi khawatir bahwa ini akan meningkatkan jumlah kasus karena protokol kesehatan tidak lagi dipatuhi secara ketat.

Wahyono menegaskan pembatasan sosial atau bodily distancing harus diterapkan di daerah-daerah yang mencatat angka positif lebih tinggi.

“Mari tetap ikuti protokol kesehatan sampai ada indikator yang bisa diterapkan bersama,” ujarnya.

Membaca: 9,629 Baru COVID-19 kasus Terdeteksi di berbaris 14

ANTARA

See also  Replace Covid-19 Hari Ini Jakarta: Ada Tambahan 2.131 Kasus Positif Baru, Meninggal 5 Orang
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.