August 19, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Mendag Tuding Mafia di Balik Kelangkaan Minyak Goreng di Rapat DPR

1 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta Dalam rapat resmi dengan anggota DPR pada Kamis 17 Maret 2022, Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi menuding “mafia” bertanggung jawab atas kelangkaan minyak goreng dan melonjaknya harga di negara itu.

Lutfi menilai kebijakan yang dilakukan pemerintah berhasil memaksa pasokan membanjiri pasar domestik. Lutfi mengklaim ada dua kebijakan efektif yang memaksa eksportir untuk memasok produk berbasis kelapa sawit di dalam negeri, pertama dengan memperkenalkan Peraturan No.6/2022 tentang Pagu Harga Produk Minyak Sawit dan Kewajiban Pasar Dalam Negeri (DMO).

Eksportir CPO harus menyerahkan 20 persen ekspornya dengan harga yang ditentukan berdasarkan kewajiban harga dalam negeri, kata Menkeu di depan anggota Komisi VI DPR RI pada 17 Maret 2022.

Dia mengklaim Kementerian Perdagangan berhasil mengumpulkan 720.612 ton produk berbasis CPO dalam waktu 28 hari sejak diekspor, yang berarti 20,7 persen dari komoditas yang direncanakan diekspor sebesar 3.507.241 ton.

Lutfi menjelaskan, dari DMO sebesar 720.612 ton, Kementerian Perdagangan berhasil mendistribusikan 76,4% atau setara dengan 551.069 ton dari produk senilai 720.612 ton dengan kebijakan DMO. “Kalau ini kita ubah ke liter, kira-kira ini lebih dari 570 juta liter,” kata Lutfi.

Namun ternyata, konsumen di Indonesia kesulitan membeli minyak goreng yang dijual di bawah batas atas yang diberlakukan pemerintah. Dia menduga hal itu disebabkan oleh praktik mafia.

“Ini spekulasi, kita simpulkan ada pihak yang tidak berhak diuntungkan dari kebijakan ini,” kata Lutfi yang meyakini pasokan minyak goreng hingga jutaan ton yang seharusnya disalurkan ke masyarakat justru disalurkan ke industri. dan diselundupkan ke luar negeri.

MUTIA YUANTISYA

See also  Jokowi Ingin BLT Minyak Goreng Didistribusikan Sebelum Lebaran
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.