August 19, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Skema Pencucian Uang Lebih Besar Dibalik Afiliasi Biner: PPATK

2 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) mencurigai afiliasi skema investasi ilegal seperti Indra Kenz dan Doni Salmanan, dalam kasus pidana opsi biner. pencucian uang “pion” bagi kelompok tertentu.

Mengutip edisi terbaru Majalah Tempo yang terbit 19 Maret lalu, Ketua PPATK Ivan Yustiavandana angkat bicara soal perusahaan investasi ilegal itu kepada wartawan Tempo.

“Kami menduga terafiliasi ini merupakan calon dari kelompok orang tertentu untuk melakukan pencucian uang. Kami tahu polanya,” kata Ivan.

PPATK mengaku telah memantau aktivitas dan aliran dana afiliasi perdagangan ilegal tersebut. Dia mengatakan mereka akan mempraktikkan skema yang disebut “satu ke banyak, banyak ke satu” setelah mentransfer uang.

“Hal ini kami komunikasikan dengan penegak hukum. Dari semua tahapan, kami menemukan dua orang yang paling banyak menunjukkan kekayaannya dan memiliki transaksi terbesar,” jelasnya.

Ivan menilai kasus ini hanya puncak gunung es dan mengatakan polisi dan PPATK terus mendalami kasus tersebut. Dia mengingatkan masyarakat umum untuk mewaspadai peluang investasi yang terkesan ilegal atau praktik serupa.

Selain itu, dia menjelaskan bahwa dua afiliasi opsi biner tersebut diduga telah mencuci uang mereka melalui berbagai cara dan menutupi banyak aset mereka seperti membeli barang mewah, ucapan financial institution, pembelian bitcoin, hingga memberikan uang kepada keluarga dan teman.

Dua pejabat yang ikut mengusut kasus binary choices itu mengatakan Indra lebih pandai menyamarkan asetnya ketimbang Doni. Indra diyakini menyembunyikan sebagian besar uangnya di luar negeri. Sedangkan transaksi Doni lebih tradisional. Keuangannya mudah dilacak karena hanya berputar di dalam negeri.

Indra terlacak memindahkan 395 bitcoin dari akunnya di aplikasi Indodax miliknya. Mengacu pada harga Bitcoin pada Sabtu pagi, 19 Maret 2022, harga satu Bitcoin sekitar Rp 599 juta. Artinya Bitcoin Indra yang telah dipindahkan senilai Rp236,7 miliar.

See also  Jokowi Minta PPATK Lawan Penipuan On-line yang Merajalela

Penegak hukum saat ini hanya dapat menemukan koin blockchain belief pockets Indra Kenz namun diyakini nilainya dianggap tidak signifikan dibandingkan dengan koin yang berhasil ditransfer Indra, senilai sekitar Rp54 miliar.

Menelusuri koin menjadi sulit karena ponsel dan laptop computer Indra Kenz hilang. Dua perangkat elektronik paling penting yang diduga menyimpan kode untuk mengakses koin digital mereka.

Membaca: Polisi, PPATK Lacak Pemilik Binomo di Kepulauan Karibia

ARRIJAL RACHMAN

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.