August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Akses Terbatas Menghalangi Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut: PDGI

2 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta – Akses terbatas ke perawatan gigi dan mulut kesehatan Pelayanan menjadi salah satu kendala masyarakat untuk berobat, ungkap Ketua Pengurus Besar Persatuan Dokter Gigi Indonesia (PB PDGI) Dr. Usman Sumantri M.Si.

Menurut Knowledge Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), 57,6 persen penduduk Indonesia mengalami masalah gigi dan mulut pada tahun 2018, namun hanya sekitar 10,2 persen yang memiliki akses pelayanan kesehatan gigi.

Sumantri, dalam jumpa pers digital yang diakses di Jakarta, Selasa, mengatakan saat ini jumlah dokter gigi aktif di PDGI sekitar 28.630, dengan satu dokter melayani kurang lebih 9.600 orang.

Menurut dia, ini hampir memadai, namun masih di bawah rasio yang direkomendasikan WHO 1:7.500.

Berita terkait: Harapkan teledentistry tingkatkan cakupan pelayanan kesehatan gigi: menteri

“Masalah kita dokter gigi masih terkonsentrasi di kota-kota besar,” ujarnya.

Dikatakannya, di tingkat kabupaten di daerah-daerah tertentu, jumlah dokter gigi masih rendah, terutama di kecamatan. Sarana dan prasarana penunjang tenaga kesehatan masih kurang memadai, tambahnya.

Teledentistry atau konsultasi telekomunikasi dengan dokter gigi bisa menjadi salah satu solusi untuk mengatasi masalah terkait akses ke dokter gigi, ujarnya.

Untuk itu, PDGI bekerjasama dengan Unilever Indonesia (Pepsodent) dan FDI World Dental Federation akan memberikan layanan teledentistry free of charge bagi masyarakat. Melalui kerjasama ini, nantinya ribuan dokter gigi dari 100 cabang PDGI akan berpartisipasi memberikan layanan teledentistry.

Selain teledentistry, 23 cabang PDGI juga akan memberikan edukasi dan pengobatan bagi masyarakat.

“Menurut saya, teledentistry sangat bermanfaat karena (mengingat) masalah pandemi, (terutama) masalah akses, dan ini free of charge,” kata Sumantri.

Membaca: Kurangi Garam untuk Gaya Hidup Lebih Sehat

See also  Dian Sastro Ajak Perempuan Indonesia Ikut Gerakan Kebaya Masuk UNESCO

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.