August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Ahli Epidemiologi Dukung Peraturan Pemerintah tentang Vaksin Booster Sebagai Persyaratan Perjalanan Mudik

1 min read

Directoresdecasting.data, JakartaAhli epidemiologi dari Griffith College Australia, Dicky Budiman, mendukung aturan pemerintah terkait vaksin booster sebagai salah satu syarat mudik atau mudik Lebaran tahun ini. Ia berpendapat bahwa vaksinasi primer dua dosis terbukti tidak cukup untuk menahan lonjakan kasus COVID-19.

“Tidak ada jaminan lonjakan kasus meski sudah diberikan dua dosis vaksin. Ini seperti yang kami amati di AS, Eropa, China, dan Hong Kong di mana kasusnya meroket,” kata Dicky TempoKamis, 24 Maret.

Ia menegaskan, pemberian vaksin dosis ketiga ini merupakan salah satu upaya untuk mencegah penularan virus kembali melonjak di Indonesia. Selain itu, ia menyarankan pengawasan ketat terhadap protokol kesehatan selama musim mudik.

“[Health protocols of] 5M dan 3T (tes, tracing, pengobatan COVID-19) harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan [of the requirements],” dia menambahkan.

Presiden Joko “Jokowi” Widodo sebelumnya mengumumkan bahwa orang-orang diizinkan untuk kembali ke kampung halaman untuk merayakan Idul Fitri tahun ini dengan syarat, termasuk booster vaksin.

Ia juga mengizinkan umat Islam untuk melaksanakan salat tarawih massal di masjid-masjid mengingat perkembangan pandemi COVID-19 di Indonesia terus membaik. Namun, kepala negara melarang pejabat dan pegawai negara untuk melakukan acara buka puasa bersama atau yang dikenal masyarakat setempat bukber dan acara open home.

Baca: Kematian COVID-19 Meningkat; Kementerian Kesehatan Mengatakan 70% Tidak Divaksinasi

M JULNIS FIRMANSYAH

See also  Penghinaan Terhadap Pemerintah Dalam Pasal RKUHP Dianggap 'Berbahaya'
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.