August 17, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Ahli Epidemiologi Menguraikan 3 Penyebab Rendahnya Tingkat Vaksinasi Booster

1 min read

Directoresdecasting.data, JakartaAhli epidemiologi dari Griffith College Australia, Dicky Budiman, menilai sejumlah faktor penyebab rendahnya angka vaksinasi booster di Indonesia yakni sebesar 6,06 persen, jauh di bawah rata-rata world sebesar 18,55 persen.

Ia menilai, masyarakat enggan mendapat tambahan dosis vaksin COVID-19 karena pemerintah telah menyatakan pandemi akan bergeser menjadi endemik.

“[The first cause is] euforia dan optimisme berlebihan dari pemerintah yang menceritakan bahwa situasi telah terkendali dan mewabah. Sehingga spirit atau persepsi risiko, kesadaran yang telah terbangun di masyarakat menjadi turun. Sulit untuk membangunnya lagi,” kata Dicky kepada TempoKamis, 24 Maret.

Selain itu, banyak orang mengalami kejadian yang tidak menyenangkan atau bahkan merugikan setelah vaksinasi (KIPI). Karena kurangnya literasi tentang KIPI, mereka takut untuk melanjutkan ke dosis ketiga.

Penyebab ketiga, lanjutnya, masyarakat ingin mendapatkan vaksin yang homogen sedangkan rata-rata masyarakat mendapatkan vaksin yang mereknya berbeda dengan vaksinasi pertama dan kedua untuk booster.

“Jadi pemerintah harus memperluas [the vaccine booster campaign] dan lebih proaktif [in holding the third dose of vaccination program] dibanding vaksinasi dosis pertama dan kedua,” pungkas Dicky.

Baca: Hanya 8,5% di Kota Depok yang Sudah Terima Vaksin Booster

M JULNIS FIRMANSYAH

See also  Luhut Targetkan Produksi Sawit 12 Ton per Hektar, Caranya?
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.