August 12, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Harga Minyak Turun karena Pedagang Menilai Risiko Pasokan

1 min read

West Texas Intermediate untuk pengiriman Mei kehilangan 2,59 dolar AS, atau 2,3 ​​persen, menjadi menetap di 112,34 dolar AS per barel di New York Mercantile Change. Minyak mentah Brent untuk pengiriman Mei turun 2,57 dolar, atau 2,1 persen, menjadi ditutup pada 119,03 dolar per barel di London ICE Futures Change.

Pada hari Rabu, standar minyak mentah AS dan Brent melonjak lebih dari 5 persen, karena kekhawatiran tentang kekurangan pasokan masih ada.

Negara-negara Uni Eropa terbagi atas apakah akan melarang impor minyak mentah dan produk minyak Rusia, tetapi ketidakpastian tetap tinggi, catat para analis.

“Pertanyaannya sekarang adalah apakah mereka yang menentang larangan impor dapat mengubah pendirian mereka sekarang karena fuel yang dibeli oleh apa yang disebut ‘negara-negara yang tidak bersahabat’ harus dibayar dalam rubel di masa depan, menurut pernyataan Presiden Rusia Putin kemarin,” Carsten Fritsch, analis energi di Commerzbank Analysis, mengatakan Kamis dalam sebuah catatan.

Pedagang terus mencerna knowledge persediaan bahan bakar AS mingguan.

Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan pada hari Rabu bahwa persediaan minyak negara tersebut turun 2,5 juta barel selama pekan yang berakhir 18 Maret. Analis yang disurvei oleh S&P World Commodity Insights memperkirakan publikasi EIA menunjukkan persediaan minyak mentah tidak berubah untuk minggu ini.

Menurut EIA, whole persediaan bensin motor turun 2,9 juta barel pekan lalu, sementara persediaan bahan bakar sulingan turun 2,1 juta barel.

Baca: Indonesia Masih Tahan Kenaikan Harga BBM: Jokowi

Xinhua

See also  Harga TBS Sawit Rp 1.150 per Kilogram, Lebih Rendah dari percaya Mendag
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.