August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Kendaraan Listrik Solusi Kurangi Impor Minyak: Jokowi

2 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta – Pengembangan dari kendaraan elektrik merupakan bagian dari grand design transisi energi terbarukan yang dapat menawarkan solusi bagi Indonesia untuk membatasi impor bahan bakar minyak dan menghemat dana negara, kata Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu disampaikannya saat meresmikan stasiun pengisian extremely cepat pertama di Badung, Bali, Jumat, kata Perusahaan Listrik Negara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) dalam keterangan tertulis yang dirilis pada Sabtu.

Stasiun pengisian kendaraan listrik diharapkan dapat mendukung kendaraan operasional delegasi G20 saat Bali menjadi tuan rumah KTT G20 akhir tahun ini.

Kepala negara mencatat bahwa ketergantungan negara terhadap bahan bakar minyak dan energi fosil semakin tinggi, sementara sebagian besar kebutuhan bahan bakar minyak dalam negeri masih diimpor.

“(Ini) membebani APBN kita, defisit transaksi berjalan, dan defisit perdagangan,” katanya.

Indonesia tidak boleh membiarkan ketergantungan energi fosil terus berlanjut, sehingga negara harus mencari cara untuk menciptakan kemandirian energi, tambahnya.

Penggunaan kendaraan listrik pada KTT G20 merupakan salah satu cara untuk membuktikan komitmen Indonesia dalam melakukan transisi energi, ujarnya.

“Kepresidenan G20 (Indonesia) merupakan kesempatan yang sangat baik bagi kita untuk menunjukkan berbagai komitmen pengurangan emisi CO2,” tambahnya.

Ini juga merupakan kesempatan bagi Indonesia untuk menunjukkan komitmennya untuk tetap menjadi yang terdepan dalam pengembangan kendaraan listrik, kata Widodo.

Mulai dari industri hulu yang memproduksi baterai dan komponen lainnya hingga industri hilir yang menyediakan charging kendaraan listrik dan house charging station, kami ingin menunjukkan kepada dunia bahwa ekosistem kendaraan listrik di Indonesia tumbuh dan berkembang pesat, tambahnya. .

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyampaikan kesiapan PLN mendukung program konversi kendaraan berbahan bakar minyak ke listrik. Program konversi dapat mengurangi subsidi minyak dalam APBN, menghemat devisa, dan menciptakan kemandirian energi nasional.

See also  Jokowi Tolak Permintaan Senjata Zelensky, Tawarkan Peran Sebagai Mediator Perdamaian

Program ini juga merupakan bagian dari upaya transisi energi bersih untuk mencapai goal emisi nol nol 2060, katanya.

Berita terkait: Indonesia harus jadi pemain kunci di industri mobil listrik: Jokowi

Menurut perhitungan PLN, program tersebut berpotensi menghemat devisa negara sebesar Rp2,044 triliun pada tahun yang sama, tambahnya.

“Kami menekankan bahwa ekosistem kendaraan listrik tidak hanya berorientasi bisnis tetapi di atas segalanya, konversi akan mengurangi emisi karbon. Artinya, menawarkan harapan ruang hidup yang lebih bersih bagi anak cucu kita,” ujarnya.

Untuk mendukung ekosistem kendaraan listrik, PLN membangun tambahan stasiun pengisian kendaraan listrik di tanah air. Pada Februari 2022, negara itu memiliki 267 stasiun pengisian kendaraan listrik di 195 wilayah berbeda.

Dari whole itu, PLN memiliki 120 kendaraan listrik stasiun pengisian di 92 space.

Membaca: Jokowi Luncurkan Stasiun Pengisian EV Extremely Cepat Pertama untuk G20

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.