August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Peneliti Soroti Perlunya Diversifikasi Sistem Pangan Nasional

2 min read

Directoresdecasting.data, JakartaKepala Pusat Penelitian Kajian Kebijakan Indonesia (CIPS) Felippa Ann Amanta menekankan pentingnya mengarahkan kebijakan untuk mengoptimalkan diversifikasi pangan nasional. makanan sistem untuk meningkatkan gizi masyarakat.

“Sementara pertanian domestik di Indonesia menghadapi tantangan dalam memproduksi pangan yang beragam dalam jumlah yang cukup, impor masih terbatas. Apalagi pilihan dan akses pangan yang terjangkau, bergizi, dan berkualitas masih terbatas bagi sebagian besar masyarakat Indonesia,” kata Amanta dalam keterangan tertulis. di sini pada hari Sabtu.

Dia mengatakan bahwa transformasi sistem pangan sangat penting untuk meningkatkan gizi masyarakat. Transformasi juga harus mempertimbangkan keragaman pangan, kualitas, keterjangkauan, dan keberlanjutan produksi pertanian.

Meski mengalami kemajuan signifikan di sektor pertanian, Amanta mengingatkan bahwa Indonesia masih menghadapi beban rangkap tiga yaitu malnutrisi, meningkatnya obesitas, dan tingginya tingkat defisiensi mikronutrien yang disebabkan oleh tidak terjangkaunya pola makan yang sehat.

Amanta mengingatkan, harga pangan di Indonesia masih relatif tinggi, dan rata-rata pengeluaran rumah tangga untuk pangan mencapai 56 persen dari whole pengeluaran. Rumah tangga berpenghasilan rendah bahkan menghabiskan 64 persen dari pendapatan mereka untuk makanan, yang merupakan proporsi yang tinggi.

“Konsumsi pangan masyarakat Indonesia masih didominasi oleh karbohidrat, dan semakin banyak diproduksi dan dikonsumsi makanan ultra-olahan. Konsumsi buah, sayur, dan pangan sumber hewani rendah. Artinya, meski masyarakat sudah merasa kenyang, kebutuhan gizinya optimum. tidak terpenuhi,” tegas Amanta.

Kebijakan pangan dalam negeri, termasuk pembatasan impor, telah mempersulit banyak orang untuk membeli makanan yang sehat. Menurunnya daya beli masyarakat akibat pandemi COVID-19 semakin menurunkan keterjangkauan mereka terhadap makanan sehat.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian telah mengedukasi masyarakat untuk melakukan diversifikasi pangan lokal, termasuk konsumsi talas beneng yang merupakan sumber pangan alternatif dan tumbuh subur baik sebagai tanaman liar maupun tanaman budidaya.

See also  Bendera Gerindra - PKB Menyatu di Sunda Kelapa, Teriakan Prabowo Presiden Menggema

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo dalam keterangan yang diterima, Senin (7/3), menyatakan Indonesia memiliki kekayaan pangan lokal yang melimpah.

“Di Indonesia, semua daerah memiliki pangan lokal. Oleh karena itu, kami mengajak masyarakat untuk memanfaatkan diversifikasi pangan lokal untuk memenuhi kebutuhan pangan, termasuk menggunakan talas beneng,” ujarnya.

Limpo juga mengatakan bahwa kementeriannya bertugas memenuhi kebutuhan pangan seluruh masyarakat, dan itu makanan Kebutuhan tersebut dapat dipenuhi dengan memaksimalkan diversifikasi pangan lokal.

Membaca: Ramadhan 2022; Menteri Airlangga Pastikan Ketersediaan Pangan

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.