August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

BMKG Jelaskan Penyebab Cuaca Ekstrem di Yogyakarta

1 min read

Directoresdecasting.information, Yogyakarta Cuaca ekstrem memang kerap melanda Yogyakarta beberapa hari terakhir ini. Hari ini, 4 April, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memperkirakan hujan lebat disertai petir dan angin kencang di wilayah tersebut.

“BMKG mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem,” kata Kepala Stasiun Meteorologi BMKG Yogyakarta, Warjono, dalam keterangan tertulis, Minggu, 1 April.

Berdasarkan analisis dinamika atmosfer terkini, cuaca Yogyakarta dipengaruhi oleh pusat tekanan rendah di Samudera Hindia sebelah barat Australia yang membentuk daerah konvergensi yang membentang dari Banten hingga Jawa Tengah. Juga, ada garis geser di Jawa Timur.

Fenomena tersebut, lanjut Warjono, diperkuat dengan lemahnya La Niña Southern Oscillation (ENSO). Belum lagi suhu permukaan laut di Samudera Hindia selatan Jawa dan Laut Jawa umumnya di atas regular, serta profil kelembaban udara vertikal yang cukup tinggi di wilayah tersebut.

“[The extreme weather is] diperkuat oleh labilitas lokal oleh proses konveksi pada siang hari di daerah sekitar pegunungan atau perbukitan karena dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan, khususnya awan cumulonimbus di daerah tersebut,” tegasnya.

Lebih lanjut BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi berupa banjir, banjir bandang, tanah longsor, hujan es, angin kencang, dan angin topan akibat cuaca ekstrem. “Khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah rawan bencana hidrometeorologi,” tegas Wardjono.

Baca: Hujan Masih Diperkirakan Saat Topan Charlotte Menjauh dari Indonesia

ANTARA

See also  Hewan Kurban di Yogyakarta Baru Terlihat Terindikasi PMK Setelah Disembelih
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.