August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Dompet Digital, Layanan Fintech Dikenakan PPN 11% per 1 Mei

1 min read

Directoresdecasting.information, JakartaPemerintah akan memungut pajak pertambahan nilai atau PPN atas layanan monetary know-how atau fintech mulai 1 Mei 2022, sebagaimana tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan terbaru Nomor 69/PMK.03/2022 tentang Pajak Penghasilan atau PPh dan PPN. untuk fintech yang ditandatangani Menteri Keuangan Sri Mulyani pada 30 Maret 2022.

Kepala Subdirektorat PPN, Perdagangan, Jasa, dan Pajak Tidak Langsung Lainnya Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan Bonarsius Sipayung menegaskan, pengenaan pajak atas jasa tekfin bukanlah sesuatu yang baru. Sebelumnya, layanan tersebut sudah dikenakan pajak.

Bonar menjelaskan, kebijakan baru itu mengenakan pajak atas jasa dari pihak yang memfasilitasi transaksi, berbeda dengan nilai yang dimiliki pelaku transaksi.

“Misalnya, ada biaya layanan untuk menyetorkan uang ke dompet digital. PPN dikenakan 11% dari biaya layanan isi ulang,” katanya, Selasa, 6 April.

Selain fintech, Sri Mulyani mengatur pengenaan tarif PPN 11% pada pinjaman on-line atau P2P lending (peer-to-peer lending) dan sejumlah layanan fintech lainnya, seperti layanan pembayaran, crowdfunding, manajemen investasi, asuransi on-line. , dan layanan dukungan keuangan digital.

Baca: OJK: Indonesia Diprakirakan Pimpin Ekonomi Digital di Asia Tenggara pada 2025

BISNIS.COM

See also  Kejagung Umumkan Lebih Banyak Tersangka dalam Penyelidikan Mafia Minyak Goreng
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.