August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

DPR Resmi Mengesahkan RUU Kekerasan Seksual menjadi UU

1 min read

Directoresdecasting.information, JakartaDewan Perwakilan Rakyat (DPR) resmi meloloskan kekerasan seksual RUU (RUU TPKS) menjadi undang-undang hari ini, 12 April. Pengesahan ini dilakukan pada Rapat Paripurna DPR ke-19 untuk Sidang IV tahun 2021-2022.

“Apakah RUU tentang kekerasan seksual bisa disetujui dan disahkan menjadi undang-undang?,” tanya Ketua DPR Puan Maharani yang memimpin sidang kepada anggota parlemen yang hadir, Selasa, 12 April.

“Disetujui,” jawab anggota parlemen diikuti oleh ketukan palu oleh Puan.

Delapan dari sembilan fraksi DPR menyetujui RUU tersebut. Mereka Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Golkar Berpesta, Partai Gerindra, Partai NasDem, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Amanat Nasional (PAN), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Hanya satu fraksi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang keberatan dengan pengesahan RUU tersebut karena sedang menunggu pengesahan Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).

Dalam pembahasannya, RUU tersebut mengatur tentang kejahatan kekerasan seksual; hukuman; hukum acara khusus yang menghadirkan pendekatan yang berpusat pada korban dengan memberikan akses restitusi dari dana perwalian korban, pelayanan terpadu, rehabilitasi bagi korban, dan lain-lain yang mengatasi hambatan keadilan bagi korban.

RUU itu juga akan mengatur kekerasan seksual perbuatan-perbuatan yang belum atau baru sebagian saja diatur, seperti pelecehan seksual, kontrasepsi paksa, sterilisasi paksa, kawin paksa, penyiksaan seksual, eksploitasi seksual, perbudakan seksual, dan pelecehan seksual di dunia maya.

Membaca: DPR Akan Meratifikasi RUU Kekerasan Seksual Menjadi Undang-Undang Hari Ini

DEWI NURITA

See also  Klitih; Yogyakarta Kerahkan Ribuan Grup Jaga Warga
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.