August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Pengesahan RUU Kekerasan Seksual Akan Cegah Pernikahan Anak: Pemerintah

2 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta – Pengesahan RUU Kekerasan Seksual diharapkan menjadi langkah progresif untuk mencegah meningkatnya jumlah pernikahan anak di Indonesia.

Deputi pemenuhan hak anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Agustina Erni, menyampaikan hal itu dalam siaran pers yang dikeluarkan pada Selasa.

“Pasal 10 mengatur ketentuan mengenai jerat pidana bagi pelaku kawin paksa yang dipidana dengan pidana penjara paling lama 9 tahun dan atau (menghadapi) denda paling banyak Rp200 juta. Selain pidana penjara atau denda, Pasal 11 juga mengatur pencabutan hak anak. tahanan,” kata Erni.

Perkawinan anak merupakan salah satu isu nasional yang membutuhkan perhatian dan sinergi dari berbagai pihak, terutama di tengah pandemi COVID-19.

Selama masa pandemi, terjadi peningkatan permohonan dispensasi nikah di beberapa daerah di Indonesia, ujarnya.

Ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya perkawinan anak, yaitu menghindari perzinahan, pemahaman yang tidak sempurna tentang kesehatan reproduksi yang komprehensif, serta faktor ekonomi.

Berdasarkan information Badan Peradilan Agama (Badilag), terdapat 25.280 kasus dispensasi nikah sepanjang tahun 2019.

“Pada tahun 2020 meningkat menjadi 65.301 kasus, sedangkan pada tahun 2021 sebanyak 63.350 kasus. Berdasarkan information yang kami terima, dispensasi nikah tertinggi berada di wilayah Jawa, yaitu Pengadilan Agama Kota Surabaya, Pengadilan Agama Kota Semarang, dan Kota Bandung. Pengadilan Agama,” kata Erni.

Dikatakannya, peningkatan tersebut didorong oleh peningkatan batas usia menikah dari 16 tahun menjadi 19 tahun, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan.

“Perkawinan anak harus kita tangani dengan serius karena berdasarkan information dari Badilag, umumnya perkawinan anak hanya berlangsung satu sampai dua tahun. Jika ada sekitar 65 ribu pasangan yang meminta dispensasi nikah dan mereka memiliki satu atau dua anak, itu bisa mencapai 130 ribu anak dengan perkembangan yang kurang baik,” tambahnya.

See also  Bahan Bakar AS Capai Rekor Tertinggi, Harga Minyak Capai USD 111,5 per Barel

Erni mengatakan pernikahan anak memiliki beberapa dampak negatif, seperti risiko kematian ibu akibat melahirkan di usia muda, stunting, dan meningkatnya angka kemiskinan.

Kondisi ini tentunya akan mempengaruhi pencapaian goal Sustainable Improvement Objectives (SDGs), Program Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN), dan Strategi Nasional Penurunan Perkawinan Anak, tambahnya.

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.