August 12, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Indonesia Ingin Tumbuhkan Keuangan Inklusif Melalui ‘Pesantren’ Mahasiswa

1 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta – Menko Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan siswa sekolah, mahasiswa, dan yaitu siswa sekolah Islam (santri) adalah kelompok yang diharapkan dapat berkontribusi pada inklusi keuangan yang berkembang di negara ini.

Dengan perekonomian international yang terus meningkat, tingkat inklusi keuangan Indonesia pada tahun 2021 mencapai 83,6 persen, lebih tinggi dari tahun 2020 yang tercatat sebesar 81,4 persen.

“Bagaimana cara kita mendorong mahasiswa menjadi wirausaha sejak dini, agar kelak mahasiswa bisa menjadi wirausaha yang tangguh,” kata Airlangga dalam keterangan tertulis, Kamis, 21 April.

Pemerintah terus berupaya untuk mencapai goal keuangan inklusif 90 persen pada tahun 2024, yang sesuai dengan amanat Perpres No.114/2020 tentang Strategi Nasional Keuangan Inklusif.

Inklusi keuangan adalah tersedianya akses ke berbagai lembaga keuangan, produk dan layanan sesuai kebutuhan dan kemampuan masyarakat dalam rangka meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dia berkata pondok pesantren memiliki peran strategis dalam mendukung ekonomi dan keuangan syariah karena saat ini terdapat 36.080 pondok pesantren dan menampung lebih dari 4,2 juta santri.

Membaca: Pesantren Bisa Cegah Kasus Kekerasan Seksual: Anggota DPR

MUTIA YUANTISYA

See also  Kasus COVID-19 di Indonesia Tetap Rendah setelah Idul Fitri: Luhut
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.