August 12, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

DPR Akan Panggil Mendag Soal Ekspor CPO, Kegagalan Minyak Goreng

2 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta – Komisi VI DPR mengumumkan pekan depan akan memanggil Menteri Perdagangan Mohammad Lutfi untuk mengklarifikasi penetapan tersangka salah satu Dirjen Kementerian Perdagangan dalam kasus ekspor minyak sawit mentah atau CPO.

Dirjen Perdagangan Luar Negeri Kementerian Luar Negeri ditetapkan sebagai tersangka dan diduga mengizinkan ekspor minyak sawit mentah di tengah kelangkaan minyak goreng di dalam negeri.

“Inisiatif kami pemanggilan Mendag minggu depan. Jadwal pastinya sedang disusun,” kata anggota Komisi VI Andre Rosiade, Jumat, 22 April.

Menteri Lutfi, kata dia, harus bisa memberikan penjelasan soal izin itu karena sekaligus pemerintah memprakarsai kewajiban pasar dalam negeri pada akhir Januari.

Selama periode ini, perusahaan sawit harus memenuhi DMO 20 persen sebelum bisa mendapatkan izin ekspor.

Andre mengatakan, DPR akan mempertanyakan kenaikan harga bahan pokok seperti minyak goreng yang masih terjadi menjelang hari raya Idul Fitri.

Sebelumnya, Kejaksaan Agung telah menetapkan empat tersangka kasus korupsi pemberian fasilitas CPO antara Januari 2021 hingga Maret 2022.

Keempat tersangka tersebut adalah Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan Indrashari Wisnu Wardhana, Presiden Komisaris PT Wilmar Nabati Indonesia Grasp Parulian Tumanggor, Senior Supervisor Company Affair Permata Hijau Group Stanley MA, dan Pierre Togar Sitanggang selaku Normal Supervisor PT Bagian Umum Musim Mas.

Ketiga perusahaan swasta tempat para tersangka tersebut merupakan produsen minyak goreng dalam kemasan mapan di Indonesia. PT Wilmar memiliki produk minyak goreng kemasan dengan merek Sania dan Fortune. Musim Mas memiliki minyak goreng dengan merek SunCo. Sedangkan Permata Hijau memproduksi minyak goreng dengan merek dagang Parveen

Ketiga tersangka dari perusahaan ini diduga menjalin komunikasi intens dengan Indrasari untuk mendapatkan izin ekspor. Sejumlah perusahaan ditengarai mendapatkan izin, meski tidak memenuhi persyaratan DMO. Hal inilah yang disinyalir menjadi akar penyebab kelangkaan stok minyak goreng dalam negeri dan harganya melonjak hingga hampir dua kali lipat.

See also  Personil Brimob Datangi Bareskrim Polri, Irjen Dedy: Tunggu Replace Timsus Dulu

Menurut Andre, penetapan tersangka mengejutkan anggota Komisi VI, karena dalam pertemuan sebelumnya antara DPR dan Kementerian Perdagangan, Wisnu berbisik kepada Mendag soal element kasus mafia minyak goreng.

Baca: Partai Buruh Tuntut Mendag Mundur Karena Kegagalan Minyak Goreng

FRANCISCA CHRISTY ROSANA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.