August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Pemilih Indonesia Cenderung Nasionalis, Tolak Pasar Bebas

2 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta – Tempat Jajak Pendapat Saiful Mujani Analysis and Consulting (SMRC) merilis hasil survei terbarunya pada Pemilu 2024, salah satunya terkait ideologi pemilih dan partai politik. Secara nasional, SMRC menemukan bahwa pemilih Indonesia cenderung memilih partai dengan ideologi politik nasionalis daripada ideologi Islam.

“Itu menjelaskan mengapa partai nasionalis lebih disukai karena sejalan dengan sentimen mereka sendiri,” kata peneliti dan pendiri SMRC Saiful Mujani, Kamis, 21 April.

Survei tersebut juga menanyakan pandangan pemilih terhadap partai politik yang terbagi menjadi dua kelompok, yakni nasionalis dan Islamis. PDIP dianggap sebagai partai paling nasionalis, sedangkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dipandang sebagai partai paling Islami.

Dua partai lain juga dianggap sebagai partai Islam, yaitu. Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). “Ini mengejutkan,” tambah Saiful.

Ia mengaku baru mengetahui pandangan pemilih. Artinya, pemilih Indonesia kini memiliki pengetahuan yang cukup tentang partai politik meskipun cenderung didominasi nasionalis.

Di sisi lain, partai nasionalis lainnya antara lain Gerindra, Golkar, NasDem, dan Demokrat. Partai Amanat Nasional (PAN) masih dianggap sebagai partai nasionalis, tetapi sangat dekat untuk dilihat sebagai partai Islam.

Terlepas dari perbedaan ideologis, kesamaan pemilih terletak pada otoritas negara dalam perekonomian. Mayoritas berpendapat bahwa partai politik cenderung pro-negara terhadap ekonomi, daripada pro-pasar.

Pemilih juga setuju bahwa ekonomi harus diatur oleh pemerintah. Dengan demikian, SMRC menyimpulkan bahwa tidak ada orang Indonesia yang pro-pasar bebas. “Para pemilih cenderung pro-negara, ekonomi komando. Tidak ada pasar bebas nasionalis atau pasar bebas islam,” kata Saiful.

Dengan menggunakan metode stratified multistage random, survei SMRC melibatkan 1.220 responden yang memiliki hak pilih. Margin of error tercatat sekitar 3,12 persen dengan tingkat kepercayaan 95 persen. Wawancara tatap muka dilakukan pada 13-20 Maret 2022.

See also  Melawat ke Padang? 7 Destinasi Wisata Kota Padang yang Wajib Dikunjungi

Baca: LSI: Mayoritas Sebut Masa Jabatan Presiden Jokowi Harus Berakhir pada 2024

FAJAR PEBRIANTO

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.