August 19, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Dua Harimau Sumatera Ditemukan Mati Terjebak Kawat: Polda Aceh Timur

2 min read

Directoresdecasting.information, JakartaPolisi Aceh Timur mengkonfirmasi pada hari Minggu bahwa dua harimau sumatera (Pantera Tigris Sumatrae) ditemukan tewas terjepit kawat di hutan Desa Sri Mulya, Kecamatan Peunaron.

Tim gabungan personel Polres Aceh Timur dan Kodam 01/Pnr Peunaron dikerahkan ke hutan pada Minggu, kata Kapolres Aceh Timur Ajun Sen.Coms.Mahmun Hari Sandy Sinurat.

Mereka menemukan seekor harimau betina dewasa dan harimau jantan terjerat dalam perangkap kawat yang mungkin dibuat oleh pemburu lokal untuk menangkap babi hutan, katanya.

Aparat keamanan yang dikerahkan ke hutan desa dibantu rekan-rekan dari Discussion board Konservasi Leuser untuk mengamankan kawasan sementara polisi dan anggota tim identifikasi Badan Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Timur menyelesaikan pekerjaannya, katanya.

Untuk mencegah terulangnya tragedi serupa harimau sumatera yang terancam punah ini, Sinurat mengimbau warga setempat untuk menghentikan pemasangan perangkap kawat dengan alasan apapun karena dapat membahayakan satwa yang dilindungi.

Bagi mereka yang melanggar undang-undang konservasi sumber daya alam Indonesia, mereka dapat dikenakan sanksi, katanya, seraya menambahkan bahwa hukuman bagi mereka yang terbukti bersalah bervariasi dari satu hingga lima tahun penjara serta membayar denda antara Rp50 juta hingga Rp100 juta.

Kasus terkait harimau sumatera yang terjerat wire lure sudah banyak ditemukan di beberapa tempat di Pulau Sumatera, Indonesia.

Pada 26 Agustus 2021, misalnya, tiga ekor harimau sumatera yang asli pulau Sumatera ditemukan mati di Desa Ie Buboh, Kecamatan Meukek, Kabupaten Aceh Selatan, Provinsi Aceh.

Harimau Sumatera, termasuk dua ekor harimau berusia 10 bulan, ditemukan tewas setelah terperangkap dalam perangkap babi hutan yang dipasang oleh pemburu liar di dalam kawasan konservasi.

See also  LPSK Yakin Ada Sosok di Polda Metro Jaya yang Diperiksa Lagi Soal Video Kasus Brigadir J

ANTARA mencatat bahwa di Indonesia, harimau sumatera (Pantera Tigris Sumatrae) adalah satu-satunya spesies harimau yang masih hidup, karena negara ini telah kehilangan dua sub-spesies harimau hingga punah: harimau Bali yang punah pada tahun 1937 dan harimau Jawa pada tahun 1970-an. .

Harimau Sumatera, yang terkecil dari semua harimau, saat ini merupakan spesies yang terancam punah yang hanya ditemukan di Pulau Sumatera, pulau terbesar kedua di Indonesia.

Harimau berada di ambang kepunahan karena penggundulan hutan, perburuan liar, dan konflik antara hewan liar dan masyarakat lokal karena habitat mereka yang semakin berkurang.

Jumlah pasti harimau sumatera yang tersisa di alam tidak jelas, meskipun perkiraan terbaru berkisar antara di bawah 300 hingga mungkin 500 di 27 lokasi, termasuk di Taman Nasional Kerinci Seblat, Taman Tesso Nilo, dan Taman Nasional Gunung Leuser.

Menurut World Wildlife Fund (WWF), jumlah mereka telah menurun, dari sekitar seribu pada tahun 1970-an.

Laporan Kementerian Kehutanan tahun 2009 menunjukkan konflik dengan manusia sebagai ancaman terbesar bagi konservasi. Laporan tersebut menyebutkan bahwa rata-rata, lima hingga 10 harimau sumatera telah terbunuh setiap tahun sejak tahun 1998.

Membaca: Harimau Sumatera Ditemukan Mati, Terjerat Kawat Perangkap di Bengkalis

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.