August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Larangan Sementara Minyak Sawit Mentah Opsi ‘Terbaik Di Antara Yang Terburuk’: Pemerintah

1 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta Menteri Investasi Bahlil Lahadalia memberikan pernyataan terkait larangan ekspor minyak goreng dan turunannya, termasuk minyak sawit mentah (CPO). Larangan itu diberlakukan oleh Presiden Joko Widodo atau Jokowi.

Bahlil berpendapat, kebijakan yang akan dilaksanakan pada 28 April 2022 itu dirumuskan berbulan-bulan sebelum akhirnya dikeluarkan Presiden.

“Presiden menghabiskan waktu berbulan-bulan dan sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan pelarangan ekspor CPO beserta turunannya untuk minyak goreng. Keputusan ini yang terbaik di antara yang terburuk,” kata Menkeu di kantornya, Senin, 25 April 2022.

Bahlil menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan tindak lanjut langsung dari evaluasi yang dilakukan pemerintah beberapa waktu lalu sebelum merumuskan kebijakan di tengah kelangkaan minyak goreng. Bahlil mengatakan, jika hanya swasta yang mau mematuhi kewajiban pasar domestik (DMO) pemerintah dan pembatasan harga menjadi Rp 14.000 per liter, larangan ekspor saat ini tidak akan diberlakukan.

Menkeu tidak merinci kerugian nilai investasi akibat larangan ekspor sementara, namun dia mengklaim iklim investasi bagi perusahaan sawit asing tidak terhambat dengan situasi saat ini.

“Yang pasti Kemendag menghitung karena berkaitan dengan perdagangan. Investasinya kita hitung, kalau investasi tidak ada pengaruhnya larangan tidak ada pengaruhnya. Karena ini hanya larangan sementara ketika semua persediaan sudah tersedia. , nanti kita buka lagi,” ujarnya.

Sejauh ini, dia mengaku belum menerima laporan adanya pengaduan dari dunia usaha internasional terkait kebijakan tersebut. Ia menegaskan, pelaku usaha harus mematuhi peraturan hukum di Indonesia.

M FAIZ ZAKI

See also  Calon Presiden Diharapkan Lanjutkan Pengembangan IKN: Kepala Bappenas
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.