August 12, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Petani Sawit Keluhkan, Perusahaan CPO Utamakan Ekspor

1 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta Sekretaris Serikat Petani Kelapa Sawit (SPKS) Mansuetus Darto berharap larangan ekspor minyak sawit mentah yang digagas Presiden Joko Widodo atau Jokowi, akan mendorong pelaku usaha untuk memenuhi kewajiban pasar domestik atau DMO.

“Karena para pelaku usaha terlalu sibuk memikirkan untuk memasok produk olahannya ke luar negeri karena ini lebih menguntungkan mereka, sementara melupakan kewajiban mereka untuk memenuhi kewajiban pasar dalam negeri,” tulis Darto dalam keterangannya, Minggu, 24 April 2022.

Namun, kebijakan tersebut berdampak langsung terhadap harga tandan buah segar (TBS) sawit di sejumlah tempat. Pantauan Mansuetus, TBS turun Rp400/kilogram di Kalbar dan Rp500/kilogram di Jambi.

Mansuetus menyarankan pemerintah mendata petani yang menanam CPO agar pelaku usaha tidak membeli CPO murah dari petani dan menjualnya dengan harga regular.

“Oleh karena itu, pencatatan di pabrik harus jelas, agar keuntungan mereka dalam keadaan regular bisa kembali ke petani. Ini alternatif solusi,” ujarnya.

Selain itu, menurut dia, dana di Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) harus dialokasikan untuk program-program inovatif, seperti bantuan pupuk atau berdasarkan kebutuhan petani. Jika harga turun, petani tidak bisa membeli pupuk.

Masalah ini, kata Mansuetus, akan selalu terjadi di masa mendatang karena pengusaha minyak goreng menguasai produksi sawit dari hulu hingga hilir.

Mansuatus menyayangkan negara yang tidak memiliki kilang minyak goreng, karena hanya segelintir pihak yang memiliki kilang minyak goreng. “Presiden harus memperkuat koperasi tani atau BUMN untuk mengembangkan kilang minyak goreng, baik skala mikro maupun besar,” kata Mansuetus.

M FAIZ ZAKI

See also  Sebut Negara Lain Gandum, Jokowi: Sudah Mahal, Barangnya Tak Ada
Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.