August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

MUI Jelaskan Halal, Haram Standing Vaksin COVID-19

2 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) Asrorun Ni’am Sholeh pada hari Selasa berbicara tentang label halal atau haram vaksin menyusul putusan baru-baru ini oleh Mahkamah Agung (MA). Putusan MA mewajibkan pemerintah melindungi dan menjamin kehalalan vaksin Covid-19 di Indonesia.

Pada 14 April, Yayasan Konsumen Muslim Indonesia (YKMI) mengajukan gugatan perdata ke Mahkamah Agung yang dimenangkannya. Oleh karena itu, MA mengeluarkan UU No.31P/HUM/2022 yang membatalkan Perpres No.99/2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pendaftaran Vaksinasi.

Saat ini, Astrazeneca adalah opsi yang tersedia di Indonesia yang masih dianggap haram tetapi diizinkan (mubah) untuk digunakan dalam situasi darurat.

“Itu mubah labelnya sekarang batal sesuai fatwa yang disampaikan,” kata Sholeh pada 26 April.

Berikut ini adalah vaksin Covid-19 yang tersedia di Indonesia dengan label halal atau haram MUI:

  1. Sinovac

MUI mengeluarkan Fatwa No.2/2021 tentang produk vaksin dari Sinovac Life Sciences Co. Ltd China dan PT Bio Farma (Persero). Vaksin Sinovac dari CoronaVac, Covid-19 Vaccine, dan Vac2Bio telah dinyatakan halal oleh MUI.

  1. ZifivaxTM

Fatwa No.53/2021 mengatur produk vaksin dari Anhui Zhifei Longcon Biopharmaceutical Co. Ltd. Vaksin dengan merek ZifivaxTM dinyatakan halal oleh MUI.

  1. Vaksin Merah Putih

Fatwa No.8/2022 mengatur produksi vaksin dari Biotis Prescription drugs Indonesia bekerja sama dengan Universitas Airlangga, Jawa Timur. Vaksin dengan merek Merah Putih dinyatakan halal.

  1. Sinofarma

MUI telah menetapkan produk vaksin besutan Beijing Institute of Organic Merchandise Co Ltd, yaitu Sinopharm, sebagai halal. Namun, Asrorun belum memberikan penjelasan rinci mengenai standing kehalalan Sinopharm karena situs resmi MUI pernah menganggap vaksin ini haram tetapi diizinkan untuk penggunaan darurat.

Selain keempat vaksin tersebut di atas, vaksin lain yang tersedia di Indonesia adalah vaksin yang haram atau belum ditentukan statusnya.

  1. AstraZeneca
See also  Terlalu Banyak Konsumsi Kafein, Apakah Mempengaruhi Risiko Kesehatan?

MUI mengeluarkan Fatwa No.14/2021 tentang penggunaan vaksin AstraZeneca yang diproduksi oleh SK Bioscience Co. Ltd Korea Selatan, yang melabelinya sebagai haram karena proses produksinya menggunakan tripsin yang berasal dari pankreas babi sebagai bahan utamanya. Namun, penggunaan vaksin ini diizinkan karena kebutuhan vaksin yang darurat, antara lain.

  1. Pfizer dan Moderna

Mirip dengan AstraZeneca, Pfizer dan Moderna memiliki standing yang sama tetapi tetap direkomendasikan untuk digunakan oleh MUI di bawah mubah atau standing yang diizinkan sementara. MUI tidak dapat mengambil keputusan akhir karena kurangnya knowledge tentang penggunaan bahan vaksin.

“MUI tidak bisa mengakses knowledge bahan, proses produksi vaksin yang dijadikan dasar penetapan fatwa [for Moderna],” tulis pernyataan MUI pada Agustus 2021.

Baca: MUI Pantau Acara TV Selama Ramadhan

FAJAR PEBRIANTO

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.