August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Sanksi AS Lumpuhkan Warga Afghanistan untuk Mempersiapkan Competition Idul Fitri

2 min read

Abdul Sabir adalah warga Kabul yang mengunjungi pasar lokal untuk membeli buah-buahan kering dan pakaian untuk anak-anaknya untuk merayakan Idul Fitri yang menyenangkan tetapi kembali ke rumah dengan tangan kosong.

“Saya tidak bisa membeli apa-apa untuk Idul Fitri, bahkan tidak bisa membeli pakaian untuk anak-anak, karena harga segala sesuatu termasuk buah-buahan kering sudah melebihi daya beli kami,” kata Sabir.

“Bazar telah kehilangan hiruk pikuk secara drastis dibandingkan dengan tahun lalu dan orang-orang tidak dapat membeli apa yang mereka inginkan,” katanya. Xinhua.

Secara tradisional, sebagai bagian dari budaya mereka, orang Afghanistan yang setia membeli buah-buahan segar dan kering, kue kering, permen, dan berbagai jenis hidangan selama tiga hari competition Idul Fitri untuk menandai berakhirnya bulan suci Ramadhan, yang dimulai pada Senin tahun ini.

Setelah penarikan militer dari Afghanistan, Amerika Serikat telah menjatuhkan sanksi pada negara yang dilanda perang dan membekukan lebih dari 9,5 miliar dolar AS asetnya di bank-bank AS.

“Amerika telah menjatuhkan sanksi pada negara kami dan telah memblokir uang kami di bank-banknya,” kata penjual buah kering Ahmad Jawad.

Menyesali meroketnya harga buah-buahan kering di pasar, Jawad mengatakan, “harga 1 kg almond adalah 650 afghani (7,55 dolar AS) tahun lalu tetapi harganya 850 afghani (9,88 USD) pada tahun ini.”

Menggemakan perasaan yang sama, seorang pemilik toko buah kering bernama Mohammad Omar mengatakan bahwa bisnisnya telah sangat dipengaruhi oleh meningkatnya kemiskinan di antara warga Afghanistan yang terkena dampak sanksi AS.

“Tahun lalu menjelang Idul Fitri, saya biasa mendapatkan hingga 25.000 afghani (290 USD) setiap hari, tetapi tahun ini saya hampir tidak bisa menjual buah kering senilai 10.000 afghani (116 USD) sehari, meskipun jumlah pembeli mencapai puncaknya,” ujarnya.

See also  Perpustakaan TIM Dibuka untuk Umum, Pengunjung Wajib Daftar On-line

Baca: Ledakan Lagi Terdengar di Kabul . Afghanistan

Xinhua

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.