August 11, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Negara-negara G20 Perlu Mempertimbangkan Aspek Ketahanan Pangan: Pengamat

2 min read

Directoresdecasting.data, JakartaKoordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan Stated Abdullah mendesak G20 negara untuk mempertimbangkan pentingnya ketahanan pangan setelah pemboman dampak dari peristiwa saat ini.

“Pandemi, ditambah dengan perang Rusia-Ukraina harus membuat kita sadar. Situasi ini berdampak signifikan pada kondisi ketahanan pangan masing-masing negara,” kata Abdullah dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Menurutnya, Indonesia seharusnya tidak lagi bergantung pada pasar pangan international ketika negara lain sedang mempercepat upaya peningkatan kemampuannya.

Ia menilai isu pangan saat ini, seperti dari stok kedelai, minyak goreng, dan gandum yang mengalami kontraksi, juga membahayakan situasi ekonomi, sosial politik.

“Situasi pandemi semakin parah dengan kekacauan (perang antara) Rusia dan Ukraina. Kita tahu bahwa kedua negara adalah pengekspor makanan dan bahan baku pupuk. Laporan terbaru dari Panel Ahli Tingkat Tinggi Ketahanan Pangan dan Gizi , FAO pada tahun 2022 menunjukkan bahwa setidaknya 30 negara terkena dampak langsung akibat perang ini,” ujarnya.

Selain berdampak pada 30 negara, perang juga secara drastis mengubah stok dan harga. Dampaknya akan terasa ke seluruh negara pengimpor, termasuk Indonesia yang merupakan salah satu negara pengimpor gandum terbesar di dunia.

Untuk itu ia memandang penting bagi Indonesia untuk mengupayakan diversifikasi produksi pangan di tingkat desa hingga nasional, guna mengurangi ketergantungan pada pasar pangan international, serta pentingnya membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berdaulat.

Ia juga mencontohkan perlunya perbaikan sistem perlindungan sosial yang ada, terutama terkait ketahanan pangan, khususnya bagi masyarakat kelas sosial ekonomi bawah, serta peningkatan dukungan bagi petani untuk meningkatkan taraf hidup mereka dengan paket investasi yang lengkap.

See also  Kadar Hemoglobin Rendah? Konsumsi Asupan Makanan Ini

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati menyerukan perlunya mengatasi risiko krisis ketahanan pangan akibat perang Rusia-Ukraina. Seruan tersebut disampaikannya dalam acara Tackling Meals Insecurity yang merupakan bagian dari Spring Conferences IMF-WBG 2022 di Washington DC, Selasa, 19 April.

Ia menyatakan bahwa perang dan segala sesuatu yang menyertainya dianggap telah memicu kenaikan harga komoditas energi dan pangan.

Kepala Badan Riset Pertanian dan Pangan Badan Riset dan Inovasi Nasional Puji Lestari mengatakan, kepresidenan G20 Indonesia merupakan kesempatan penting untuk mendorong kerja sama internasional membangun sistem ketahanan pangan dunia yang berkelanjutan.

“Tujuan dari pembangunan sistem pangan berkelanjutan adalah untuk menciptakan dunia tanpa kelaparan,” katanya dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat, 8 April.

Untuk membuat international ketahanan pangan secara berkelanjutan, negara-negara harus bahu membahu untuk memastikan perdagangan dan distribusi pangan dapat berjalan dengan baik guna menghadapi krisis.

Membaca: Jokowi Ingin Mediasi Rusia-Ukraina di KTT G20

ANTARA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.