August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Hepatitis Parah yang Tidak Diketahui Asalnya Menelan 3 Nyawa

2 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta – Kementerian Kesehatan menyatakan tiga pasien anak di Rumah Sakit Nasional Pusat (RSCM) Dr Cipto Mangunkusumo meninggal karena diduga hepatitis misterius. Masih belum ada informasi mengenai sumber penyakit hepatitis parah yang misterius itu. Pasien anak tersebut telah dirawat di RSCM selama dua minggu sejak 30 April 2022.

Ketiga pasien anak tersebut merupakan pasien rujukan dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Kementerian Kesehatan menyatakan akan melakukan investigasi terhadap penyakit tersebut melalui pemeriksaan virus secara lengkap.

Dalam upaya untuk menjelaskan lebih lanjut tentang penyakit ini, Dinas Kesehatan Jakarta akan melakukan penyelidikan epidemiologi lebih lanjut. Dinas Kesehatan juga mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan berhati-hati.

“Lakukan tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, memastikan makanan dimasak dengan benar dan bersih, tidak menggunakan peralatan makan orang lain, menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi dan tetap menerapkan protokol kesehatan,” kata Juru Bicara Kemenkes Siti Nadia Tarmizi. pada hari Minggu, 1 Mei 2022.

Namun Nadia tidak memberikan informasi rinci mengenai usia dan alamat pasien yang meninggal. Nadia hanya memberikan informasi sejumlah gejala yang bisa mengindikasikan anak harus dibawa ke fasilitas kesehatan.

Gejalanya meliputi sakit perut, muntah dan diare, urin berwarna coklat, warna kotoran pucat, kejang, dan tidak sadarkan diri.

Insiden Internasional

Sementara itu, sejak pertama kali diterbitkan sebagai Kejadian Luar Biasa oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada pertengahan April 2022, jumlah laporan penyakit hepatitis misterius terus meningkat. Saat ini, sebanyak 170 kasus telah dilaporkan di lebih dari 12 negara.

WHO pertama kali menerima laporan pada 5 April 2022 dari Inggris. Laporan tersebut mengutip 10 kasus Hepatitis Akut dengan etiologi yang tidak diketahui pada anak-anak antara usia 11 bulan hingga 5 tahun.

See also  Cabut Ribuan Izin Usaha Pertambangan, Bahlil: Janji Saya ke Pengusaha, Pemerintah Tidak Zalim

Laporan dikumpulkan dari kasus yang tercatat dari Januari hingga Maret 2022 di Skotlandia Tengah. Sebanyak 17 pasien (10 persen) membutuhkan transplantasi jantung dan satu pasien dilaporkan meninggal.

Penyebab utama penyakit ini masih belum diketahui. Pemeriksaan di laboratorium menyatakan bahwa penyakit tersebut bukan disebabkan oleh virus yang dapat menyebabkan hepatitis A, B, C, D, dan E.

Adenovirus yang terdeteksi pada 74 kasus yang menjalani uji molekuler, diidentifikasi sebagai tipe F 41. Sementara itu, SARS-CoV-2 diidentifikasi pada 20 dari whole kasus dan koinfeksi adenovirus dan SARS-CoV-2 diidentifikasi di 19 kasus.

Adenovirus juga terdeteksi pada sembilan kasus yang dilaporkan di Alabama, Amerika Serikat, yang merupakan bagian dari whole 18 kasus yang dilaporkan di negara tersebut.

Kasus di Alabama tercatat kembali pada Oktober 2021. Selain adenovirus, enam kasus diklaim mengandung infeksi virus Epstein-Barr, seperti dikutip dari laporan yang diterbitkan oleh Heart for Illness Management and Prevention (CDC) sebagai dilansir CNN.

Kasus yang tersisa diklaim mengandung berbagai virus termasuk enterovirus/rhinovirus, metapneumovirus, syncytial respiratory virus, dan OC43 coronavirus. Pasien anak-anak di Alabama tidak terinfeksi Covid-19.

Akibat penyakit hepatitis tersebut, tiga pasien anak dinyatakan menderita gagal hati berat dan dua pasien menjalani transplantasi hati. CDC melaporkan bahwa kesembilan pasien anak-anak dalam pemulihan.

MARIA FRANSISCA LAHUR

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.