August 16, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Pemerintah Harus Terapkan Subsidi Bahan Bakar Langsung, Kata Pengawas

3 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta – Direktur Eksekutif Indonesian Sources Research (Iress) Marwan Batubara, menyarankan agar pemerintah mengambil keputusan tentang kebijakan penyaluran subsidi langsung untuk BBM.

Marwan menegaskan, membludaknya jumlah pemudik di Idul Fitri tahun ini harus dijadikan momentum oleh pemerintah untuk mengubah cara penyaluran subsidi energi. Marwan mengatakan cara yang dilakukan pemerintah saat ini untuk menyalurkan subsidi BBM salah.

Marwan menjelaskan, saat ini pemerintah menaikkan kuota photo voltaic bersubsidi dari 15 juta kiloliter (kl) menjadi 17 juta kl. Sementara Pertalite baru-baru ini masuk dalam kategori bahan bakar yang ditetapkan dan besaran subsidi untuk Pertalite dinaikkan dari 23 juta menjadi 28 juta kl.

“Kebijakan pemerintah saat ini untuk memberikan subsidi pada produk BBM dapat dipahami,” kata Marwan. “Namun, itu justru menyulitkan pemerintah sendiri,” tambahnya.

Marwan menyarankan pemerintah tidak membandingkan harga dengan negara seperti Arab Saudi atau negara lain yang memiliki kemampuan memproduksi BBM dalam jumlah besar.

Marwan menegaskan, pemerintah hanya perlu menerapkan harga dengan prinsip ekonomi yang jelas. Beberapa komponen harga yang bisa menjadi pertimbangan pemerintah, menurut Marwan, adalah harga bahan baku, harga impor minyak mentah, biaya pemurnian, dan biaya penyimpanan. Marwan juga menyebutkan biaya distribusi, margin keuntungan, dan pajak.

“Seharusnya harga keekonomian. Jadi bisa dijadikan acuan,” kata Marwan. Marwan menjelaskan, harga keekonomian itu nantinya bisa dibandingkan dengan harga BBM yang dijual perusahaan lain selain Pertamina.

Lebih lanjut Marwan mengatakan, harga BBM yang disediakan Pertamina saat ini berada di bawah perusahaan pesaing lainnya, termasuk untuk photo voltaic bersubsidi (Photo voltaic). Harga Photo voltaic bersubsidi saat ini dipatok Rp5.150, Photo voltaic nonsubsidi dijual Rp12.950 dan photo voltaic performa tinggi Pertamina Dex dijual Rp13.700.

See also  MRT Jakarta Perpanjang Jam Operasional Mulai Hari Ini

Marwan juga menambahkan, cara yang diterapkan pemerintah saat ini telah mengakibatkan mischanneling dan menyebabkan membengkaknya biaya.

Marwan mengatakan, jika subsidi BBM bisa disalurkan ke penerima yang tepat, nilai subsidi BBM tidak akan setinggi subsidi barang. “Kalau subsidi barang, [the value] bisa dua atau tiga kali lipat,” kata Marwan.

Deputi Bidang Koordinasi dan Pengembangan Badan Usaha Milik Negara, Riset dan Inovasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Montty Girianna, sebelumnya mengatakan rencana kenaikan harga BBM bersubsidi seperti Photo voltaic dan Pertalite, serta bahan bakar gasoline cair, harus segera dilaksanakan.

Menurut Montty, kebijakan tersebut akan mampu meringankan beban keuangan subsidi dan kompensasi yang terus meningkat yang tercatat pada kuartal I 2022.

Montty menjelaskan, saat ini beban subsidi dan kompensasi sudah mencapai Rp 280 triliun. Jumlah tersebut dua kali lipat dari jumlah awal yang tercantum dalam perencanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2022 sekitar Rp 140 triliun.

“Kalau harga elpiji bertahan di Rp4.259 per kilogram atau sekitar Rp12.000 per tabung maka kita harus menanggung sekitar Rp130 ​​triliun untuk elpiji saja. Belum lagi photo voltaic dan pertalite, kita harus menanggung sekitar Rp200 triliun. harus menanggung biaya tambahan Rp 280 triliun kalau tidak menaikkan harga,” kata Montty dalam keterangannya, Senin 25 April 2022. Montty menambahkan, pertimbangan utama kenaikan harga adalah selisih harga jual yang cukup besar dengan harga keekonomiannya.

Kementerian ESDM sebelumnya mencatat harga minyak mentah Indonesia sebesar USD 98,4 per barel per Maret 2022. Angka tersebut naik 56,1 persen dibandingkan asumsi APBN 2022 yang ditetapkan sebesar USD 63 per barel.

Kementerian ESDM Arifin Tasrif mengindikasikan pada April 2022 harga BBM (Pertalite dan Photo voltaic), Liquified Petroleum Gasoline (LPG), dan tarif listrik akan dinaikkan dalam waktu dekat.

See also  Menhub Desak Pengembangan Pariwisata Dekat KA Trans Sulawesi

Arifin menyebutkan, kenaikan harga BBM, LPG dan tarif listrik direncanakan sebagai upaya jangka menengah dan panjang untuk mengimbangi tingginya harga BBM dunia yang saat ini tercatat di atas USD 100 per barel.

ANTARA | bisnis

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.