August 16, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

DPRD DKI Ingin Anies Baswedan Ditegur Karena Tidak Hadiri Rapat

2 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jakarta, Gilbert Simanjuntak, memprotes Gubernur Anies Baswedan karena tidak pernah lagi menghadiri rapat paripurna DPRD. Gilbert meminta Kementerian Dalam Negeri, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegur Anies.

Gilbert menyebut isu itu setelah Anies menyebut Jakarta Worldwide Stadium (JIS) sebagai masterpiece pada 2 Mei lalu, tanpa menyebut peran gubernur sebelumnya.

“Mengatakan bahwa JIS adalah sebuah mahakarya menggunakan kata-kata yang telah diatur dengan hati-hati, tanpa menyebutkan kontribusi dari mereka yang terlibat sejak awal, adalah tidak etis,” kata Gilbert.

Gilbert mengatakan, Anies tidak pernah menghadiri rapat paripurna dengan DPRD, termasuk rapat Laporan Pertanggungjawaban (LKPJ) dengan DPRD.

“Ini sangat tidak etis,” kata Gilbert dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Mei 2022. “Kementerian Dalam Negeri, BPK, dan KPK, harus menegur gubernur yang tidak pernah menghadiri rapat paripurna DPRD.”

Anies kerap melewatkan rapat paripurna DPRD DKI Jakarta. Dalam rapat Laporan Pernyataan Pertanggungjawaban (LKPJ) 2021 pada 25 April, ia diwakili oleh wakilnya, Ahmad Riza Patria.

Pada 6 April, ia juga tidak hadir dalam rapat paripurna untuk membahas LKPJ, dan kembali diwakili oleh Riza Patria.

Gilbert mengatakan tidak etis bagi gubernur untuk tidak menghadiri pertemuan-pertemuan ini. Seperti saat Anies mencopot Program OK Oce yang digagas dan dibiayai oleh mantan wakil gubernurnya, Sandiaga Uno.

Menanggapi pernyataan Anies Baswedan tentang Stadion Internasional Jakarta, Gilbert mengatakan pembangunan proyek hampir terhenti dan pemerintah pusat harus campur tangan dan mendanai 80 persen dari biaya pembangunan. JIS juga merupakan proyek lama yang sudah direncanakan 10 tahun lalu oleh gubernur sebelumnya.

“Lebih baik dia menindaklanjuti ucapan ‘masterpiece’nya dengan permintaan maaf kepada korban banjir, masyarakat yang tidak memiliki rumah layak, korban kebakaran yang kini menjadi gelandangan, dan atas kegagalannya memenuhi janji kampanyenya,” kata Gilbert. .

See also  Indonesia dan UEA Teken CEPA selama Kunjungan Jokowi, Perdagangan Ditargetkan Naik 50 Persen

Baca: Anies Baswedan Terima Kasih Jokowi Kunjungi Sirkuit Method E

EKA YUDHA SAPUTRA

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.