August 17, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Rumor Hepatitis Akut Akibat Vaksin COVID-19 Tak Berdasar: Ahli Epidemiologi

2 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta – Ahli epidemiologi Universitas Griffith Dicky Budiman mengatakan rumor yang beredar tentang hepatitis akut misterius yang diduga dipicu oleh vaksin COVID-19 adalah tanpa fakta ilmiah.

“Jadi, belum ada fakta atau argumen ilmiah yang membenarkan bahwa hal ini disebabkan oleh vaksin COVID-19,” katanya, Selasa, 3 Mei 2022.

Desas-desus tentang hepatitis akut yang berasal dari Inggris di beberapa negara Eropa telah dikaitkan dengan kebijakan penguncian, berbeda dengan di Indonesia di mana penyakit itu dikaitkan dengan vaksinasi COVID-19. Dengan demikian, dia mengatakan rumor itu tidak berdasar.

Dicky menjelaskan, menurut hipotesis ilmiah yang dibuat oleh para peneliti world, hepatitis akut kemungkinan merupakan dampak lanjutan dari infeksi pandemi COVID-19, yang sejak awal telah menginfeksi hati pasien.

“Jadi, saya tidak melihat ada kecenderungan bahwa ini karena vaksin, tidak, itu teori yang sangat rapuh yang rawan kesalahan. Namun mitigasinya masih bagaimana mencegah infeksi, antara lain melalui vaksinasi sebagai proteksi,” imbuhnya.

Mengutip Surat Edaran Kementerian Kesehatan No. HK.02.02/C/2515/2022 tentang Waspada Ditemukannya Kasus Hepatitis Akut Tanpa Etiologi, WHO telah menyatakan penyakit ini sebagai kejadian luar biasa.

Pengumuman WHO datang pada 15 April 2022 setelah penyakit itu menginfeksi anak-anak berusia 11 bulan hingga lima tahun. WHO menerima laporan pada tanggal 5 April 2022 dari Inggris tentang 11 kasus hepatitis akut pada anak pada bulan Januari-Maret 2022 di Central Scotland.

Kementerian Kesehatan menindaklanjuti dengan meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit tersebut menyusul kematian tiga pasien anak di RSUP Dr. Cipto Mangunkusumo diduga hepatitis akut dalam waktu dua minggu hingga 30 April 2022.

Ketiga pasien tersebut dirujuk dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat. Mereka menunjukkan beberapa gejala, termasuk mual, muntah, diare parah, demam, penyakit kuning, kejang dan kehilangan kesadaran.

See also  Replace COVID-19 Indonesia 9 Juni: 556 Kasus Baru, 7 Meninggal

Saat ini, Kementerian Kesehatan masih menyelidiki kemungkinan penyebab penyakit melalui pemeriksaan lengkap panel virus. “Selama pemeriksaan, kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati dan tenang,” kata juru bicara Kementerian Kesehatan dr. Siti Nadia Tarmizi dalam keterangannya pada Selasa, 3 Mei 2022.

Baca: IDI Berikan Saran Soal Hepatitis Akut Misterius

ARRIJAL RACHMAN

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.