August 14, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Replace Hepatitis Akut: Kasus Tulungagung Masih Dalam Penundaan

3 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta – Kementerian Kesehatan melaporkan perkembangan terkini kasus hepatitis akut di Indonesia. Yang terbaru adalah kasus seorang gadis tujuh tahun di Tulungagung, Jawa Timur, yang diduga meninggal karena hepatitis akut.

Juru Bicara Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengatakan, kasus di Tulungagung saat ini masih dalam klasifikasi tertunda. Dia mengatakan pengujian di laboratorium serologi untuk kasus ini sudah dimulai.

“Ya, tapi masih ada pemeriksaan hepatitis E yang masih dalam pemeriksaan,” ujarnya saat dihubungi, Minggu, 8 Mei 2022.

Kasus Tulungagung

Sabtu lalu, 7 Mei 2022, kabar meninggalnya seorang gadis diumumkan oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Tulungagung, Kasil Rokhmat. Pasien anak ini sempat mendapat perawatan intensif di RSUD dr. Isaac Tulungagung (rumah sakit umum).

Karakteristik klinisnya identik dengan hepatitis, tetapi belum diketahui apa penyebabnya dan dari mana asalnya. Menurut Kasil, hasil laboratorium tidak mendeteksi adanya infeksi virus hepatitis A, B, C, D, atau E pada anak tersebut.

Konfirmasi positif hepatitis akut misterius, lanjutnya, telah diberikan sesuai dengan kriteria Kementerian Kesehatan dan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kriterianya meliputi gejala penyakit kuning, pasien di bawah 10 tahun, dan tidak ada penyebab lain.

Gejala lain yang muncul adalah demam, diare, urin berwarna lebih gelap dan feses pucat. Kasil juga menuturkan, kasus ini bermula saat anak tersebut mengalami demam dan muntah-muntah selama kurang lebih empat hari.

Tiga Kasus Pertama

Sebelumnya di Tulungagung, ada tiga kasus hepatitis akut pada anak. Kementerian Kesehatan pertama kali melaporkannya pada 1 Mei 2022 setelah tiga pasien anak meninggal setelah dirawat di RSUPN Dr. Ciptomangunkusumo (Rumah Sakit Umum Pusat Nasional), Jakarta, dengan suspek hepatitis akut yang belum diketahui penyebabnya.

See also  Jokowi Hadiri Components E Jakarta di Ancol

Terakhir, pada 5 Mei lalu, Siti Nadia Tarmizi juga menjelaskan bahwa ketiga kasus tersebut tidak bisa diklasifikasikan sebagai hepatitis akut dengan gejala berat.

Ketiganya masuk dalam kriteria Pending Classification karena masih ada uji laboratorium yang harus dilakukan. Terutama pemeriksaan adenovirus dan pemeriksaan hepatitis E yang memakan waktu. “Antara 10 sampai 14 hari ke depan,” kata Nadia.

Saat dikonfirmasi hari ini, Siti Nadia juga membenarkan bahwa standing tiga kasus pertama tidak berubah, yakni Pending Classification. “Ya (masih menunggu),” katanya.

Klasifikasi Tiga Kasus

Mantan Direktur Penyakit Menular World Well being Group (WHO) Asia Tenggara, Tjandra Yoga Aditama menjelaskan tiga klasifikasi WHO untuk kasus hepatitis akut berat yang kini dilaporkan di berbagai negara.

Klasifikasi pertama adalah kasus terkonfirmasi yang secara jelas dinyatakan belum ada definisinya. Klasifikasi ini terjadi karena hingga saat ini dunia belum mengetahui secara pasti apa penyebab hepatitis yang saat ini sedang menyebar.

Klasifikasi kedua adalah Possible, yaitu pasien yang menunjukkan gejala hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A sampai E). Kemudian, pasien ini juga memiliki kadar serum transaminase >500 IU/L (AST atau ALT), yang berusia di bawah 16 tahun, terjadi sejak Oktober 2021.

Klasifikasi ketiga adalah Epi-linked atau ada hubungan epidemiologis. Kondisi yang termasuk dalam kelompok ini adalah seseorang yang menunjukkan gejala hepatitis akut (tanpa adanya virus hepatitis A hingga E). “Semua umur, mereka yang memiliki kontak dekat atau langsung (shut contact) dengan kasus Possible,” kata Tjandra.

Selain ketiga klasifikasi di atas, kata dia, WHO memberikan catatan khusus jika pasien memiliki gejala dan keluhan sesuai hepatitis. Namun, hasil laboratorium serologi untuk mendeteksi virus A hingga E belum tersedia dan masih ditunggu. “Jadi bisa disebut Pending Classification,” ujarnya terkait kasus hepatitis akut.

See also  Replace Kasus Covid Hari Ini Bertambah 4.442 Kasus, Meninggal 18 Orang

Membaca: IDAI Tanggapi Isu yang Menghubungkan Kasus Hepatitis Akut dengan Vaksin Covid-19

FAJAR PEBRIANTO

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.