December 7, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Rupiah Ditutup Loyo di Stage Rp 15.357, Ancaman Resesi Meningkat

2 min read

Directoresdecasting.data, Jakarta – Nilai tukar rupiah melemah pada Selasa sore, 11 Oktober 2022, di perdagangan pasar spot. Mata uang garuda ditutup turun 50 poin di stage Rp 15,357 dari perdagangan kemarin di posisi Rp 15,318.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah kemungkinan dibuka berfluktuatif, namun ditutup pada rentang Rp 15.350-15.400,” ujar Direktur PT.Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, Selasa.

Pergerakan rupiah hari ini terdorong risiko resesi international yang menguat. Dana Moneter Internasional (IMF) dan Financial institution Dunia sudah mengatakan bahwa inflasi akan tetap menjadi masalah berkelanjutan setelah operasi khusus Rusia ke Ukraina.

Perlambatan pertumbuhan ekonomi di negara-negara maju akan terus berlanjut dan depresiasi mata uang di banyak negara berkembang akan terus berlangsung. Kondisi tersebut memaksa Federal Reserve (The Fed) untuk terus menaikkan suku bunga serta menambah tekanan utang pada negara-negara berkembang.

Di Amerika Serikat, pasar tenaga kerja masih sangat kuat, namun kehilangan momentum karena dampak dari biaya kredit yang melejit. Roda perekonomian di wilayah Eropa karena harga fuel alam melonjak.

Baca: Rupiah Hari Ini Diprediksi Melemah di Stage 15,360 per Dolar AS, Apa Saja Pemicunya?

Sementara itu, ekonomi Cina juga terjadi karena kebijakan zero covid coverage dan volatilitas di sektor perumahan. IMF menghitung, sekitar sepertiga dari ekonomi dunia akan mengalami kontraksi setidaknya dua kuartal berturut-turut tahun ini dan tahun depan.

“Perlambatan pertumbuhan di negara-negara maju, kenaikan suku bunga, risiko iklim dan berlanjutnya harga pangan dan energi tinggi yang sangat memukul negara-negara berkembang, termasuk Indonesia yang bisa saja terkena imbasnya,” ujar Ibrahim.

Wala saat ini produk domestik bruto 2022 masih relatif bagus, Ibrahim bisa turun saja PDB pada 2023. “Oleh karena itu, IMF dan Financial institution Dunia sebagai stake holder harus mengadvokasi bank-bank sentral melanjutkan upaya untuk menahan inflasi, berdampak negatif pada pertumbuhan,” katanya.

See also  Yakob Sayuri Tampil 90 Menit di Laga Timnas Indonesia vs Curacao, Ramadhan Sananta Most important 15 Menit

Kemudian, menurut dia, pemerintah perlu mengambil langkah-langkah fiskal untuk memastikan api inflasi bisa segera diredam. Sementara itu dari sisi eksternal, pergerakan rupiah terhadap dolar menyebabkan kenaikan suku bunga dan kalasi karena Ukraina.

“Imbal Treasury melonjak karena keruntuhan yang mengerikan di pasar obligasi Inggris akibat di sekitar pasar obligasi international,” ucap Ibrahim.

Baca Juga: Airlangga Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,2 Persen

Ikuti berita terkini dari Tempo di Google Information, klik di sini.

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.