December 7, 2022

Directoresdecasting.info

Free Guest Post Blog

Tragedi Kanjuruhan: Ketua Panpel Arema FC Tuntut Ketua Umum PSSI Ikut menjawab

2 min read

Directoresdecasting.information, Jakarta – Ketua Panitia Penyelenggara Arema FC, Abdul Haris, menuntut Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Mochamad Iriawan ikut bertanggung jawab atas tragedi Kanjuruhan yang merupakan 131 orang.

Hal itu disampaikan lewat kuasa hukumnya. “Panpel ‘kan banyak yang terlibat, itu juga harus bertanggung jawab, terutama Ketua PSSI. Jangan hanya saat klub menang dia piala, dia dapat nama. Jika posisi klub ada masalah, dia bertanggung jawab secara hukum,” kata kuasa hukum Abdul Haris , Sumardhan, di Mapolda Jatim, Surabaya, Selasa.

Menurut Sumardhan bahwa fakta di lapangan Aremania banyak yang meninggal dunia dan luka-luka diduga disebabkan oleh fuel air mata yang ditembakkan polisi.

“Kami tidak tahu apakah fuel air mata itu memang murni fuel air mata atau ada efek lainnya, kan untuk kepentingan ke depan juga,” kata dia.

Menurut dia, jika komponen dari fuel air mata dapat diketahui menjadi dasar pengusutan kasus tersebut ke depan. “Kami ingin melihat persamaan hukum dalam keadilan. Jika masih ada pelaku lain, segera diselesaikan,” ujarnya.

Sumardhan melanjutkan, “Ingat, Pak Haris ini untuk masalah keamanan sudah minta ke negara, bahkan yang mengeluarkan rekomendasi itu Kapolda dan Kapolres. Ingat juga bahwa pertandingan sudah selesai dan terjadi penembakan fuel air mata bukan saat pertandingan dilakukan.”

Tanggapan Ketua PSSI

Sebelumnya, desakan agar Ketua PSSI
Mochamad Iriawan mundur dari posisi gencar disuarakan suporter dan netizen. Saat ini bahkan ada petisi khusus untuk menuntut hal tersebut di situs Change.org.
Iriawan sebelumnya sudah menanggapi desakan untuk mundur itu. Menurut dia, ada banyak publik (netizen) yang mengetahui dan juga tidak tahu tentang regulasi sepak bola, khususnya di Indonesia.

See also  Penembakan di Amerika Terjadi Lagi, Pelakunya Ditembak Mati Remaja Pengunjung Mal

Ia mengatakan jika publik maka tidak akan ada komentar tentang membaca untuk mundur sebagai Ketua Umum PSSI. “Jika komentar mereka mungkin tidak tahu regulasi, tolong baca aturan itu. Bagaimana mau dikaitkan dengan saya, kan setiap pertandingan di suatu tempat Panpel (panitia pelaksana pertandingan) yang harus bertanggung jawab,” kata Iriawan kepada Tempo di Malang, Selasa, 4 Oktober 2022.

Sosok yang akrab disapa Iwan Bule ini mengatakan tidak ikut campur dalam urusan teknis, seperti bertemu dengan kepolisian dan operator Liga 1 atau PT Liga Indonesia Baru (LIB). “PT LIB pun di luar. Ini semua tanggung jawab Panpel, memang begitu aturannya. Kalau netizen ngomong begitu, mohon maaf saya tidak tahu apa dasarnya,” tutur dia.

Desakan publik dan netizen yang meminta mundur dari jabatan sebagai Ketua Umum PSSI muncul karena tragedi Kanjuruhan. Salah satu desakan itu datang dari Ketua Indonesia Police Watch (IPW), Sugeng Teguh Santoso.

Sugeng menilai Mochamad Iriawan harus meletakkan jabatannya sebagai bentuk pertanggungjawaban. Sebab, insiden yang terjadi di Stadion Kanjuruhan pada Sabtu malam 1 Oktober 2022 itu menjadi peristiwa terburuk di sepakbola nasional.

Buka mundur juga dari Presiden klub Madura United, Achsanul Qosasi. Dalam laman Twitter, Ahad 2 September 2022, ia meminta semua jajaran pengurus PSSI mundur dari jabatannya. PSSI harus bertanggung jawab dan semua pengurusnya harus mundur sebagai respek terhadap korban dan keluarganya,” tulisnya.

Selanjutnya: Agum Gumelar Bela Ketua PSSI

Copyright © All rights reserved. | Newsphere by AF themes.